Teori
Kepribadian Sehat Menurut aliran
1.
Humanistik
Menurut aliran humanistik kepribadian yang sehat, individu dituntut untuk
mengembangkan potensi yang terdapat didalam dirinya sendiri. Bukan saja
mengandalakan pengalaman-pengalaman yang terbentuk pada masa lalu dan
memberikan diri untuk belajar mengenai suatu pola mengenai yang baik dan benar
sehingga menghasilkan respon individu yang bersifat pasif.
Ciri dari kepribadian sehat adalah mengatualisasikan diri, bukan respon
pasif buatan atau individu yang terimajinasikan oleh pengalaman-pengalaman masa
lalu. Aktualisasi diri adalah mampu mengedepankan keunikan dalam pribadi setiap
individu, karena setiap individu memiliki hati nurani dan kognisi untuk
menimbang-nimbang segala sesuatu yang menjadi kebutuhannya.
Kepribadian yang sehat menurut humanistik, perilaku yang mengarah pada
aktualisasi diri:
1) Menjalani hidup seperti seorang anak, dengan penyerapan dan konsentrasi sepenuhnya.
1) Menjalani hidup seperti seorang anak, dengan penyerapan dan konsentrasi sepenuhnya.
2) Mencoba
hal-hal baru ketimbang bertahan pada cara-cara yang aman dan tidak berbahaya.
3) Lebih
memperhatikan perasaan diri dalam mengevaluasi pengalaman ketimbang suara
tradisi, otoritas, atau mayoritas.
4) Jujur;
menghindari kepura-puraan dalam “bersandiwara”.
5) Siap menjadi
orang yang tidak popular bila mempunyai pandangan sebagian besar orang.
6) Memikul
tanggung jawab.
7) Bekerja keras
untuk apa saja yang ingin dilakukan.
2.
Psikoanalisa
Psikoanalisis adalah cabang ilmu yang dikembangkan oleh Sigmund Freud dan
para pengikutnya, sebagai studi fungsi dan perilaku psikologis manusia. Aliran
psikoanalisa melihat manusia dari sisi negatif, alam bawah sadar (id, ego,
super ego), mimpi dan masa lalu. Aliran ini mengabaikan Potensi yang dimiliki
oleh manusia. Manusia pada dasarnya ditentukan oleh energi psikis dan
pengalaman-pengalaman dini.
Kepribadian
Sehat Psikoanalisa:
Menurut freud
kepribadian yang sehat yaitu jika individu bergerak
menurut pola perkembangan yang ilmiah.
·
Kemampuan dalam mengatasi tekanan dan kecemasan,
dengan belajar
·
Mental yang sehat ialah seimbangnya fungsi dari
superego terhadap id dan ego
·
Tidak mengalami gangguan dan penyimpangan pada
mentalnya
·
Dapat menyesuaikan keadaan ddengan berbagai
dorongan dan keinginan
Dalam aliran Psikoanalisa ini bisa dibilang manusia adalah korban tekanan
biologis dan konflik masa kanak-kanak. Aliran ini melihat dari sisi negative
individu, alam bawah sadar (id,ego,superego, mimpi dan masa lalu. Pandangan
kaum psikoanalisa, hanya memberi kepada kita sisi yang sakit atau kurang, ‘sisi
yang pincang’ dari kodrat manusia, karna hanya berpusat pada tingkah laku yang
neuritis dan psikotis.
Sigmund freud dan orang-orang yang mengikuti ajarannya mempelajari
kepribadian yang terganggu secara emosional, bukan kebribadian yang sehat; atau
kebribadian yang paling buruk dari kodrat manusia, bukan yang paling baik. Jadi,
aliran ini memberi gambaran pesimis tentang kodrat manusia, dan manusia
dianggap sebagai korban dari tekanan-tekanan biologis dan konflik masa
kanak-kanak.
3.
Behaviorisme
Behaviorisme juga disebut psikologi S – R (stimulus dan respon).
Behaviorisme menolak bahwa pikiran merupakan subjek psikologi dan bersikeras
bahwa psokologi memiliki batas pada studi tentang perilaku dari
kegiatan-kegiatan manusia dan binatang yang dapat diamati. Teori Behaviorisme
sendiri pertama kali diperkenalkan oleh John B. Watson (1879-1958)
Aliran
behaviorisme mempunyai 3 ciri penting.
·
Menekankan pada respon-respon yang dikondisikan
sebagai elemen dari perilaku
·
Menekankan pada perilaku yang dipelajari dari
pada perilaku yang tidak dipelajari. Behaviorisme menolak kecenderungan pada
perilaku yang bersifat bawaan.
·
Memfokuskan pada perilaku binatang. Menurutnya,
tidak ada perbedaan alami antara perilaku manusia dan perilaku binatang. Kita
dapat belajar banyak tentang perilaku kita sendiri dari studi tentang apa yang
dilakukan binatang.
Menurut penganut aliran ini perilaku selalu dimulai dengan adanya
rangsangan yaitu berupa stimulus dan diikuti oleh suatu reaksi beupa respons
terhadap rangsangan itu. Salah satu penganut watson yang sangat besar
masukannya untuk perkembangan behaviorisme adalah B.F. Skinner. Aliran ini
memandang manusia seperti mesin yang dapat dikendalikan perilakunya lewat suatu
pengkondisian. Ini menganggap manusia yang meberikan respon positif yang
berasal dari luar. Dalam aliran ini manusia di anggap tidak memiliki sikap diri
sendiri.
Jadi menurut Behaviorisme manusia dianggap memberikan respons secara
pasif terhadap stimulus-stimulus dari luar. Kepribadian manusia sebagai suatu
sistem yang bertingkah laku menurut cara yang sesuai peraturannya dan
menganggap manusia tidak memiliki sikap diri sendiri.
Kepribadian yang
sehat menurut behavioristik:
·
Memberikan respon terhadap faktor dari luar
seperti orang lain dan lingkungannya
·
Bersifat sistematis dan bertindak dengan
dipengaruhi oleh pengalaman
·
Sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, karena
manusia tidak memiliki sikap dengan bawaan sendiri
·
Menekankan pada tingkah laku yang dapat diamati
dan menggunakan metode yang obyektif
Pendapat
kepribadian sehat menurut:
1.
Gordon Allport
Kepribadian yang matang Oleh Gordon Allport:
·
Perluasan Perasaan Diri
·
Relasi Sosial yang Hangat
·
Keamanan Emosional
·
Persepsi Realistis
·
Keterampilan dan Tugas
·
Pemahaman Diri
·
Filsafat Hidup
2.
Carl Rogers
Memahami dan
menjelaskan teori kepribadian sehat menurut rogers yang meliputi
·
Perkembangan kepribadian “self”
·
Peranan positive regard dalam
pembentukan kepribadian individu
·
Ciri-ciri orang yang berfungsi sepenuhya:
A. Perkembangan kepribadian “self”
Inti dari teori- teori Rogers yaitu individu memiliki kemampuan dalam
diri sendiri untuk mengerti diri, menentukan hidup, dan menangani masalah-
masalah psikisnya asalkan konselor menciptakan kondisi yang dapat mempermudah
perkembangan individu untuk aktualisasi diri. B. Peranan positive regard dalam
pembentukan kepribadian individu
Setiap manusia memiliki kebutuhan basic akan kehangatan,
penghargaan, penerimaan, pengagungan, cinta, kasih, dan sayang dari orang lain.
Kebutuhan ini disebut need for positive regard, yang terbagi lagi
menjadi 2 yaituconditional positive regard (bersyarat) dan unconditional
positive regard (tak bersyarat).
Rogers meberikan
lima sifat orang yang berfungsi sepenuhnya :
a. Keterbukaan
pada pengalaman
b. Kehidupan
eksistensial
c. Kepercayaan
terhadap organism sendiri
d.
Perasaan bebas
e. Kreatifitas
3.
Abraham Maslow
Menurut konsep Hirarki Kebutuhan Abraham Maslow, manusia didorong oleh
kebutuhan-kebutuhan universal dan dibawa sejak lahir. Kebutuhan ini tersusun
dalam tingkatan-tingkatan dari yang terendah sampai tertinggi. Kebutuhan paling
rendah dan paling kuat harus dipuaskan terlebih dahulu sebelum muncul kebutuhan
tingkat selanjutnya. Kebutuhan paling tertinggi dalam hirarki kebutuhan
individu Abraham Maslow adalah aktualisasi diri.
Kebutuhan
tersebut meliputi:
·
Kebutuhan fisiologis (physiological), meliputi
kebutuhan akan pangan, pakaia, dan tempat tinggal maupun kebutuhan
biologis
·
Kebutuhan keamanan dan keselamatan (safety),
meliputi kebutuhan akan keamanan kerja, kemerdekaan dari rasa takut ataupun
tekanan, keamanan dari kejadian atau lingkungan yang mengancam
·
Kebutuhan rasa memiliki, sosial dan kasih sayang
(social), meliputi kebutuhan akan persahabatan, berkeluarga, berkelompok,
interaksi dan kasih sayang
·
Kebutuhan akan penghargaan (esteem), meliputi
kebutuhan akan harga diri, status, prestise, respek, dan penghargaan dari pihak
lain
·
Kebutuhan aktualisasi diri (self actualization),
meliputi kebutuhan akan memenuhi keberadaan diri (self fulfillment) melalui
memaksimumkan penggunaaan kemampuan dan potensi diri.
Menurut maslow individu dimotivasi
oleh kebutuhan yang tidak terpuaskan, meskipun kebutuhan ini terpuaskan karena
adanya dorongan dan sifat dasar manusia yang tidak merasa puas maka munculah
keinginan baru. Maslow mengelompokkan lima kebutuhan menjadi dua kategori:
·
Kebutuhan tingkat tinggi (kebutuhan sosial,
kepuasan esteem, kebutuhan akan aktualisasi diri).
·
Kebutuhan tingkat rendah(kebutuhan fisiologis,
kebutuhan akan rasa aman).
4.
Erich Fromm
Kepribadian yang sehat menurut Erich Fromm adalah pribadi yang produktif
yaitu pribadi yang dapat menggunakan secara penuh potensi dirinya. Kepribadian
yang sehat menurut Fromm ditandai beberapa hal antara lain pola hubungan yang
sehat (konstruktif), bukan atas dasar ketergantungan ataupun kekuasaan dalam
hubungan dengan orang lain, kelompok, dan Tuhan. Karena menurut Erich Fromm,
manusia adalah makhluk sosial. Berdasar pada pendapat tersebut, maka salah satu
ciri pribadi yang sehat berarti adanya kemampuan untuk hidup dalam masyarakat
sosial.
Menurut Fromm,
ada lima watak sosial di dalam masyarakat :
·
Penerimaan (receptive)
·
Penimbunan (hoarding)
·
Penjualan/pemasaran (marketing)
·
Penghisapan/pemerasan (exploitative)
·
Produktif (productive)
Dari kelima watak sosial ini yang benar-benar tepat dan sehat hanyalah
watak produktif karena watak produktif didorong oleh cinta dan akal budi dan
dapat membantu perkembangan dan pertumbuhan pribadi dan masyarakat. Menurut
Fromm, normalitas adalah keadaan optimal dari pertumbuhan (kemandirian) dan
kebahagiaan (kebersamaan) dari individu.
Daftar Pustaka
Feist, Jess dan Gregory J. Feist. 2011. Teori Kepribadian Buku 2 Ed. 7
Theories of Personality. Jakarta : Salemba Humanika.
Basuki,Heru. 2008. Psikologi Umum. Jakarta : Universitas Gunadarma.
Daftar Pustaka
Feist, Jess dan Gregory J. Feist. 2011. Teori Kepribadian Buku 2 Ed. 7
Theories of Personality. Jakarta : Salemba Humanika.
Basuki,Heru. 2008. Psikologi Umum. Jakarta : Universitas Gunadarma.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar